Dalil Zakat

Dalil Tentang Zakat

Total
0
Shares

Zakat adalah salah satu sendi Islam. Kewajiban dan keutamaan menunaikan Zakat banyak sekali disebutkan baik dalam Al-Qur’an dan Hadits. Di halaman ini, kami mengumpulkan Dalil tentang Zakat baik dari Al-Qur’an dan Hadits.

Telah dimaklumi bersama bahwa zakat merupakan salah satu dari rukun Islam sebagaimana yang ditegaskan oleh baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah hadits:

بُنِيَ الإِسْلامُ على خَمْسٍ: شَهادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وأنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللهِ، وَإقَامِ الصَّلاةِ، وَإيْتَاءِ الزَّكاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun di atas lima: 1) Kesaksian bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, 2) Melaksanakan shalat, 3) Membayar zakat, 4) Haji, dan 5) Puasa Ramadhan.” (HR Bukhari Muslim)

Dalil Tentang Kewajiban Zakat

Zakat adalah salah satu ajaran Islam yang termasuk ma‘lûm minad dîn bidl dlarûri, yaitu ajaran agama yang secara pasti sudah diketahui secara umum).

Oleh karena itu, apabila ada yang mengingkari kewajibannya, maka dapat menjadikan orang yang mengingkarnya jadi kufur. Syekh Muhyiddin an-Nawawi berkata:

وجوب الزكاة معلوم من دين الله تعالى ضرورة فمن جحد وجوبها فقد كذب الله وكذب رسوله صلى الله عليه وسلم فحكم بكفره

“Kewajiban zakat adalah ajaran agama Allah yang telah diketahui secara pasti. Maka, barangsiapa yang mengingkari kewajiban Zakat ini, sungguh ia telah mendustakan Allah dan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam, sehingga ia dihukumi kufur.” (Muhyiddin an-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab)

Perlu diketahui juga bahwa dasar dari kewajiban zakat ini telah ditetapkan oleh beberapa ayat al-Qur’an, di antaranya adalah:

Dan firman Allah:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama dengan orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Kemudian dari beberapa ayat di atas terbentuklah ijma’ ulama’ tentang hukum wajibnya zakat.

Dalil Tentang Zakat Fitrah

Zakat Fitrah adalah zakat yang waktu pelaksanaannya setahun sekali. Dan dibayarkan dalam bentuk makanan pokok. Dalil dari dasar kewajiban zakat fitrah ini adalah Hadist Rasulullah:

فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعاً مِنْ تَمَرٍ، أوْصَاعاً مِنْ شَعِيْرٍ، عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى، وَالصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأمَرَ بِهَا أنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوْجِ الناَّسِ إلى الصَّلَاةِ

“Rasulullah telah mewajibkan zakat Fitrah sebesar satu sha’ kurma atau gandum atas budak atau orang merdeka, laki-laki atau wanita, anak-anak atau orang dewasa dari kaum Muslimin, beliau memerintahkan agar membayar zakat Fitrah sebelum berangkat (ke masjid) ‘Idul Fitri” (HR Bukhari dan Muslim).

Kandungan dari Dalil Zakat Fitrah di atas adalah:

  • Kewajiban membayar Zakat Fitrah bagi Muslim yang memiliki sisa makanan pokok sampai satu hari ke depan
  • Besaran yang dibayarkan adalah satu sha’ makanan pokok
  • Waktu pembayaran adalah sebelum dilaksanakan shalat Id

Baca ketentuan lainnya lebih detail di Zakat Fitrah.

Dalil Zakat Mal

Di antara beberapa Dalil Zakat Mal adalah sebagai berikut:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

“Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat tersebut engkau membersihkan & mensucikan mereka” (QS. At-Taubah: 103)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS Al Baqarah: 267)

Dalil Tentang Keutamaan Zakat

Berikut adalah beberapa dalil yang menyebutkan tetang betapa utamanya menunaikan zakat.

حَصِّنُوا أمْوالَكُمْ بالزَّكاةِ

“Bentengilah harta kalian dengan zakat.” (HR. al-Baihaqi)

Dari dalil ini menunjukkan bahwa zakat bisa menjadi benteng penjagaan untuk harta benda yang dimiliki. Tidak perlu satpam ataupun brangkas untuk membentenginya.

Rasulullah juga bersabda:

مَنْ أَدَّى زَكَاةَ مَالِهِ فَقَدْ ذَهَبَ عَنْهُ شَرُّهُ

“Barangsiapa membayar zakat dari hartanya, maka keburukannya akan hilang dari dirinya.” (HR. al-Haitsami)

Dan beberapa Dalil keutaman zakat yang lain dari Al Qur’an adalah:

Masuk Surga

Sebagaiana firman Allah:

لَكِنِ الرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ مِنْهُمْ وَالْمُؤْمِنُونَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَالْمُقِيمِينَ الصَّلَاةَ وَالْمُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالْمُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أُولَئِكَ سَنُؤْتِيهِمْ أَجْرًا عَظِيمًا

“Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orangorang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Quran), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang Itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.” (QS. An-Nisa’: 162)

Yang dimaksud “pahala besar” pada ayat di atas adalah surga. Yaitu surga bagi orang-orang yang taat membayarkan zakat sebagaimana yang dijanjikan kepada Bani Israil. (Ath-Thabari)

Harta yang Dimiliki Menjadi Berkah

Baginda Nabi Muhammad bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah (zakat) tidak akan mengurangi harta” (HR. Muslim)

Hadits di atas menegaskan bahwa membayar zakat tidak mengurangi harta seseorang. Karena setelah hartanya dizakati akan menjadi berkah dan bertambah banyak.

Diampuni Kesalahannya

Allah berfirman:

وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا وَقَالَ اللَّهُ إِنِّي مَعَكُمْ لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلَاةَ وَآتَيْتُمُ الزَّكَاةَ وَآمَنْتُمْ بِرُسُلِي وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ

“Dan Sesungguhnya Allah telah mengambil Perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka pemimpin, dan Allah berfirman: “Sesungguhnya aku beserta kamu, Sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, Sesungguhnya aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan Sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air di dalamnya sungai-sungai. Maka Barangsiapa yang kafir di antara kamu sesudah itu, Sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. Al-Ma’idah: 12)

Dari ayat di atas, Allah menjanjikan memberikan ampunan dosa bagi siapa yang membayar zakat juga sekaligus memberi jaminan surga sebagaimana pada ayat sebelumnya.

Mendapat Balasan yang Terbaik

Allah berfirman:

رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ. لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat.mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Meraka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikanBalasankepadamereka (denganbalasan) yang lebihbaikdariapa yang telahmerekakerjakan, dansupaya Allah menambahkarunia-Nyakepadamereka. dan Allah memberirezkikepadasiapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.”(QS. An-Nuur: 37 – 38)

Mendapat Petunjuk dan Hidayah

Allah berfirman:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah: 18)

Ayat di atas menjelaskan bahwa orang yang taat membayarkan zakat, memiliki harapan yang besar mendapat petunjuk dalam segala hal dan urusan.

Baca ulasan seputar zakat lainnya di BAB Zakat.

1 comment

Tinggalkan Balasan

You May Also Like

Bacaan Niat Zakat Fitrah

Niat adalah pekerjaan hati atau sebuah i’tikad untuk memantapkan suatu perbuatan, termasuk Zakat. Meskipun sebenarnya niat adalah perkara hati, namun mengucapkan atau melafalkan niat Zakat Fitrah ini dianjurkan karena bisa…
Selengkapnya
Doa Menerima Zakat Fitrah

Doa Menerima Zakat Fitrah

Orang yang telah menerima zakat fitrah adalah orang yang menerima kebaikan dari orang lain. Ole karenanya, adab yang baik bagi orang yang menerima kebaikan adalah juga membalas kebaikan orang yang…
Selengkapnya
Zakat fitrah dengan uang

Zakat Fitrah dengan Uang

Bolehkah membayar Zakat Fitrah dengan Uang? Jika boleh, berapa besaran jumlah uang yang harus dibayarkan? Sebelum membahas hukumnya lebih jauh, kita flashback sejenak terkait budaya pembayaran Zakat yang terjadi di…
Selengkapnya
Waktu Zakat Fitrah

Waktu Pelaksanaan Zakat Fitrah

Waktu pelaksanaan Zakat fitrah adalah hal yang sudah ditentukan oleh agama. Tidak hanya dari segi waktu pelaksanaan, para penerimanya ataupun jenisnya juga telah ditentukan. Dari segi waktu pelaksanaan, terdapat beberapa…
Selengkapnya