Jodoh Pasti Bertemu dengan Cara dan Ketentuan Allah yang Paling Indah

JODOH PASTI BERTEMU, meskipun terpisah antara ruang dan waktu. Pada saatnya nanti, kalau jodoh, di ruang dan waktu yag tepat akan bertemu. Sebaliknya, meskipun sekarang bertemu dengan orang yang disuka, kalau bukan jodoh, pada saatnya nanti akan berpisah juga.

Jodoh tak kan kemana, kalau bukan jodoh, mau usaha dengan jaran goyang atau jaran kepang pun tidak akan bertemu. Allah selalu punya cara yang indah untuk memisahkannya. Sebaliknya, kalau jodoh, seberapa jauh pun ruang dan waktu memisahkan. Allah selalu punya cara yang indah untuk mempertemukannya.

Hal inilah yang terjadi pada Nabi Yusuf Alaihis Salam dan Zulaikha. Mereka berdua tidak diperkenankan bertemu jodohnya dengan cara yang tidak baik. Justru, saat keduanya memiliki landasan yang kuat taat kepada Allah barulah mereka diperjodohkan Allah dengan caranya yang indah.

Memetik hikmah dari kisah Nabi Yusuf Alaihis Salam dan Zulaikha. Jodoh pasti bertemu dengan cara Allah yang paling indah.

Jodoh pasti bertemu

Ketika rasa cinta yang begitu memuncak bertepuk sebelah tangan

Ketika rasa cinta yang begitu memuncak bertepuk sebelah tangan. Seperti apa rasanya…..

Zulaikha suda lama menaruh hati pada diri Nabi Yusuf. Ia perhatikan gerak-gerik Yusuf yang begitu menyenangkan. Saat berbicara, ia menatap matanya yang begitu jernih dan indah. Dan saat Yusuf membalas ucapannya, cara bicaranya begitu cerdas sehingga bertambah kagum dan tertariklah Zulaikha kepada Yusuf.

Pada waktu-waktu selanjutnya, Zulaikha mulai memainkan bahasa isyarat kepada Yusuf untuk memikatnya. Namun Yusuf hanya acuh dan cuek dengan godaan Zulaikha itu (Bahasa kekinian, “Ini orang dikode kok gak peka ya” 😉 ). Namun Zulaikha menganggap kediaman Yusuf itu hanya sebagai kepura-puraan saja.

Di hari selanjutnya, saat Al Aziz suami Zulaikha pergi keluar. Ditutuplah semua pintu, saat itu, bukan hanya bahasa isyarat yang dimainkan Zulaikha. Melainkan sudah mulai dengan gerakan fisik. Ditariknya Yusuf dengan tangan Zulaikha, Zulaikha mempersilahkan Yusuf untuk menjamahnya.

Pada saat itu, keluarlah naluri lelaki Yusuf. Zulaikha bukanlah wanita biasa. Ia adalah seorang wanita cantik yang terlihat sangat mempesona di mata laki-laki.

Maka sebagai laki-laki normal, ketika Zulaikha menawarkan dirinya kepada Yusuf. Yusuf pun sangat tertarik untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh Zulaikha. Para ulama’ ahli tafsir mengatakan, pada saat kejadian itu usia Yusuf berada di kisaran antara 20 – 25 tahun. Sebuah usia yang nafsu dan syahwatnya sedang begitu bergejolak bagi anak muda.

Namun pertolongan Allah turun (Burhan)

Tiba-tiba Yusuf teringat dengan ayahnya Nabi Ya’qub, wajah ayahnya terkelebat oleh Yusuf. Yusuf pun meminta perlindungan kepada Allah.

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikan ia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih. (QS. Yusuf: 24)

Yusuf kemudian berlari menuju pintu, dan dikejar oleh Zulaikha.

وَاسْتَبَقَا الْبَابَ وَقَدَّتْ قَمِيصَهُ مِنْ دُبُرٍ وَأَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَى الْبَابِ ۚ قَالَتْ مَا جَزَاءُ مَنْ أَرَادَ بِأَهْلِكَ سُوءًا إِلَّا أَنْ يُسْجَنَ أَوْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: “Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?”

Saat hanya rasa suka dan rasa cinta yang menjadi landasan utama

Saat hanya rasa suka dan rasa cinta yang menjadi landasan utama Zulaikha kepada Yusuf, Allah tidak memperkenankan perjodohan itu terjadi. Justru Allah mempermalukan Zulaikha karena usahanya untuk memiliki Yusuf dilakukan dengan cara yang tidak baik.

Dan wanita-wanita di kota berkata: “Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata”.(QS. Yusuf: 30)

Akhirnya, Zulaikha menanggung malu karena berita atas perbuatannya itu didengar oleh wanita-wanita Mesir.

Saat ketaatan pada Allah menjadi landasan utama dalam cinta

Yusuf Alaihis Salam pada saat itu bebas memilih, antara taat pada Allah atau menuruti keinginan nafsu cinta Zulaikha. Penolakan Yusuf bukan karena tidak suka atau tidak cinta terhadap Zulaikha, karena pada saat Zulaikha mengajaknya, gairah Yusuf pun bangkit dan tertarik kepada Zulaikha.

Namun ia tahu bahwa ketertarikannya itu tidak berlandaskan taat kepada Allah, justru sebaliknya. Maka ia lebih memilih meninggalkan ketertarikannya demi berbuat taat kepada Allah.

Inilah landasan utama Cinta, meninggalkan keinginannya demi bisa taat kepada Allah. Dan meninggalkan keinginanya demi menjaga kebaikan orang yang dicintai.

Jodoh pasti bertemu, Allah punya cara yang indah untuk mempertemukannya kembali

Setelah beberapa waktu Nabi Yusuf menjalani kehidupannya di penjara. Kini tibalah saatnya Yusuf bebas karena ada kepentingan pada dirinya. Setelah menafsirkan mimpi Zulaikha dengan benar dan diangkat menjadi bendahara negara, pada akhirnya Yusuf menjadi Raja menggantikan suami Zulaikha yang telah meninggal dunia.

Tibalah saatnya Yusuf dan Zulaikho dipertemukan kembali yang pada akhirnya menikah. Kisah menikahnya Yusuf dan Zulaikha ini memang tidak disebutkan dalam Al Qur’an. Namun dari beberapa Ulama’ ahli Tafsir memuat kisah ini. Di antaranya adalah Imam Ath-Thabari yang meriwayatkannya dari Muhammad bin Ishaq yang di dalamnya memuat dialog nan romantis antara Nabi Yusuf dan Zulaikha.

“Bukankah kesempatan seperti ini lebih baik dan terhormat, daripada pertemuan kita dulu ketika engkau menggebu-gebu melampiaskan hasratmu?”

Zulaikha kemudian menjawabnya dengan jawaban diplomatis nan romantis:

“Wahai orang yang terpercaya, janganlah engkau memojokkanku dengan ucapanmu itu, ketika kita bertemu dahulu, jujur dan akuilah bahwa di matamu akupun terlihat cantik dan mempesona, hidup mapan dengan gelar kerajaan dan segalanya aku punya. Namun ketika itu aku tersiksa karena suamiku tidak mau menjamah perempuan manapun termasuk aku, lantas akupun mengakui dengan sepenuh hatiku akan karunia Allah yang diberikan atas ketampanan dan keperkasaan dirimu.”

Tinggalkan komentar