Niat Tayamum dan Tata Cara Tayamum yang Benar

Niat Tayamum – Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, bahwa wudhu adalah salah satu syarat sah shalat dan beberapa ibadah lain yang harus dipenuhi. Mengenai cara berwudhu, ini hanya bisa dilakukan dengan menggunakan air. Lalu timbul permasalahan, bagaimana jika tidak ada air? atau ada air namun ada larangan menggunakannya semisal sakit atau airnya yang bermasalah.

Maka, dalam keadaan yang seperti ini. Islam memberi kemudahan dengan memperbolehkan tayamum sebagai gantinya wudhu (Dengan syarat dan ketentuan yang berlaku). Hal ini berdasarkan pada ayat Al-Quran, yang artinya, “Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu,” (Q.S. al-Nisâ’ [4]: 43).

Dari ayat tersebut, dapat dilihat bahwa setidaknya ada dua sebab agar diperbolehkan tayamum. Yaitu dalam keadaan sakit dan tidak ada air. Ayat di atas tidak hanya mengisyaratkan bahwa tayamum diperbolehkan untuk menggantikan wudhu, tetapi juga dapat menggantikan mandi besar.

Niat Tayamum

Niat Tayamum ini dimantapkan dalam hati sebagaimana niat wudhu. Bacaan niat Tayamum adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى

Artinya: Aku berniat tayamum agar diperbolehkan shalat karena Allah.

Tayamum berbeda dengan cara berwudhu yang wajib meratakan air ke seluruh wajah termasuk bagian-bagian di bawah rambut dan bulu wajah. Dalam tayamum hanya dianjurkan agar berusaha meratakan debu ke seluruh bagian wajah.

Tata Cara Tayamum yang Benar

Tata cara tayamum yang benar

Adapun tata cara dan urutan tayamum adalah sebagai berikut:

1. Siapkan tanah berdebu yang bersih, suci, dan kering.

2. Hadapkan diri ke arah kiblat, kemudian baca basmalah. Setelah itu letakkan kedua telapak tangan pada debu dengan posisi jari-jari tangan dirapatkan.

3. Kemudian angkat dan usapkan kedua telapak tangan tadi ke seluruh bagian wajah bersamaan dengan niat dalam hati melakukan tayamum agar diperbolehkan shalat:

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى

Artinya: Aku berniat tayamum agar diperbolehkan shalat karena Allah.

4. Setelah itu, letakkan kembali telapak tangan pada bagian debu yang lain dengan jari-jari tangan direnggangkan. Kemudian angkat dan tempelkan telapak tangan kiri pada punggung atas tangan kanan, dan telapak tangan kanan pada punggung tangan kiri bagian atas. Kedua-duanya diusap melewati lengan atas sampai dengan siku.

6. Setelah sampai siku, telapak tangan tarik mengusap lengan bagian bawah/dalam sampai ke pergelangan tangan dan berakhir melewati jempol. Kanan dan kiri masing-masing lakukan hal seperti itu.

8. Terakhir, pertemukan kedua telapak tangan dan usap-usapkan di antara jari-jarinya.

9. Setelah tayamum, dianjurkan untuk membaca tayamum sebagaimana doa wudhu berikut ini.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Artinya: Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bertaubat, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bersuci, dan jadikanlah aku sebagai hamba-hamba-Mu yang saleh. Mahasuci Engkau, ya Allah. Dengan kebaikan-Mu, aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau. Dan dengan kebaikan-Mu, aku memohon ampunan dan bertaubat pada-Mu.

Untuk lebih jelasnya, simak Video Ust. Adi Hidayat berikut. Lihat praktek Tayamum pada menit ke 5:

Perlu Diperhatikan Sebelum Tayamum

Kemudian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bertayamum:

1. Tayamum Dilakukan Setelah Masuk Waktu Shalat

Tayamum harus dilakukan setelah masuknya waktu shalat. Maka tidak sah tayamumnya apabila dilakukan sebelum masuk waktu shalat.

2. Berusaha Mencari Air Terlebih Dahulu

Jika alasan untuk bertayamum itu karena tidak adanya air, maka hal itu harus dibuktikan terlebih dahulu dengan mencari air. Dan pencarian itu dilakukan setelah masuknya waktu.

3. Tanah Harus Suci, Bersih dan Berdebu

Tanah yang gunakan untuk tayamum adalah tanah yang suci, bersih, berdebu dan lembut. Artinya tanah itu tidak basah dan juga tidak bercampur dengan tepung, kerikil, kapur, atau kotoran lainnya.

4. Fungsi Tayamum Hanya Sebagai Pengganti

Tayamum hanya berfungsi sebagai pengganti wudhu dan mandi besar. Bukan sebagai penghilang najis. Dengan demikian, najis-najis dan kotoran harus dihilangkan lebih dahulu sebelum melakukan tayamum.

5. Tayamum Hanya Bisa Digunakan Untuk Satu Kali Shalat Fardhu

Tayamum hanya bisa digunakan untuk satu kali shalat fardhu saja. Namun jika setelah melakukan shalat fardhu dilanjut dengan shalat sunat, atau membaca Al-Quran. Maka rangkaian ibadah hal itu boleh hanya dengan satu kali tayamum.

6. Rukun Tayamum

Tayamum tidak sama dengan wudhu. Jika rukun wudhu ada 6, maka dalam tayamum ini ada empat rukun, yaitu: (1) Niat dalam hati, (2) Mengusap wajah, (3) Mengusap kedua tangan, (4) Tertib.

Selain beberapa hal di atas. Ada beberapa ketentuan tayamum yang perlu diperhatikan. Baca terlebih dahulu mengingat betapa pentingnya hal itu.

Tinggalkan komentar