Bacaan Niat Zakat Fitrah

Niat adalah pekerjaan hati atau sebuah i’tikad untuk memantapkan suatu perbuatan, termasuk Zakat. Meskipun sebenarnya niat adalah perkara hati, namun mengucapkan atau melafalkan niat Zakat Fitrah ini dianjurkan karena bisa memantapkan serta menegaskan apa yang diniatkan.

Bacaan Niat Zakat Fitrah

bacaan niat zakat fitrah
Gambar Ilustrasi: ramadhanberbagi.com

Niat untuk Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardhu karena Allah Ta‘âlâ.”

Niat untuk Anak Laki-laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardhu karena Allah Ta‘âlâ.”

Niat untuk Anak Perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardhu karena Allah Ta‘âlâ.”

Niat untuk Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardhu karena Allah Ta‘âlâ.”

Niat untuk Diri Sendiri dan Keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardhu karena Allah Ta‘âlâ.”

Niat untuk Orang yang Diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebut nama spesifik orang yang diwakili), fardhu karena Allah Ta‘âlâ.”

Bagaimana Hukum Melafalkan Niat?

hukum melafalkan niat

Ini adalah perdebatan sengit yang terjadi di antara saudara-saudara kita dari kalangan NU dan Wahabi. Dan karena saya adalah NU, maka saya akan membela pendapat NU.

NU berpendapat bahwa melafalkan Niat hukumnya Sunnah, tidak wajib. Hanya saja dalam pengamalannya sudah membudaya, jadi seakan-akan wajib.

Dan yang saya sesalkan, kalangan Wahabi menuduh jika NU mewajibkan melafalkan niat. Baik niat dalam Shalat, Puasa, atau Zakat.

Padahal kami tidak pernah mengatakan itu. Yang kami wajibkan adalah “Niat”nya. Bukan pelafalan niat. Jelas ini salah sasaran.

Silahkan cek di sini (Ini adalah salah satu artikel yang saya temukan di halaman satu). Atau anda bisa ketik (atau langsung klik) pencarian di google dengan beberapa kata kunci berikut:

Dari beberapa kata kunci di atas, anda akan menemukan beberapa situs berikut:

  • rumaysho.com (Situs Wahabi)
  • konsultasisyariah.com (Situs Wahabi)
  • nu.or.id/islam.nu.or.id (NU)
  • muslim.or.id (Situs Wahabi)
  • bincangsyariah.com (Situs Wahabi)
  • tebuireng.online (Situs NU/Milik Pon-Pes Tebuireng)
  • islami.co (Situs NU)
  • DLL

Betapa banyaknya situs Wahabi yang menguasai dakwah di Google. Dan kebanyakan dari mereka mengatakan “Melafalkan niat tidak perlu”, “Niat cukup dalam hati”, “NU mewajibkan melafalkan niat dalam ibadah”, dll.

Sekali lagi kami tegaskan. Bahwa kami dari kalangan NU tidak pernah mewajibkan melafalkan niat, baik niat dalam shalat, puasa, atau zakat.

Kami hanya mensunnahkan melafalkan niat dan mengamalkannya. Silahkan cek Pendapat NU tentang Hukum Melafalkan Niat.

2 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Golongan Penerima Zakat

Golongan Penerima Zakat

Barickly – Di halaman ini akan dijelaskan tentang siapa saja golongan Orang yang berhak menerima zakat, Penerima zakat yang diprioritaskan, dan Golongan yang tidak boleh menerima zakat. Di antara sesuatu…
Selengkapnya
Dalil Zakat

Dalil Tentang Zakat

Zakat adalah salah satu sendi Islam. Kewajiban dan keutamaan menunaikan Zakat banyak sekali disebutkan baik dalam Al-Qur’an dan Hadits. Di halaman ini, kami mengumpulkan Dalil tentang Zakat baik dari Al-Qur’an…
Selengkapnya