Penyakit Jiwa Skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan jiwa berupa selalu diliputi halusinasi, tidak mengenal keadaan sekitar, emosinya tidak terkontrol, gairah untuk merawat diri sendiri hilang, paranoid, bahkan tidak mampu untuk membedakan khayalan dan kenyataan. Jika tidak ada perawatan penyakit ini dapat melumpuhkan bagi penderitanya.

Hal ini dapat menyebabkan ketakutan bagi penderitanya dan berperilaku tidak menentu. Skizorefnia tidak sama dengan kepribadian ganda. Gangguan ini sangat sulit obatnya, tapi gejalanya masih bisa untuk dikendalikan. Penyakit ini sulit dilihat ketika penderitanya masih remaja.

Ada lima jenis Skizofrenia, gejalanya ada yang sama dan ada pula yang berbeda, yaitu:

1. Skizofrenia Paranoid

Yaitu gangguan mental berupa berlebihan dalam menanggapi orang-orang yang ada di sekitarnya atau orang yang berinteraksi dengannya. Penderita akan merasa bahwa dirinya sedang terancam, merasa dalam bahaya, menjadi tersangka, merasa disudutkan, menjadi bahan omongan orang-orang di sekitarnya, merasa diancam, dan lain sebagainya yang merupakan gejala dari paranoid.

Gejala yang muncul dari gangguan ini adalah:

  • Cenderung marah, mudah sedih, dan mudah tersinggung.
  • Berlebihan dalam menanggapi penolakan dan kegagalan.
  • Pendemdam meski pada masalah-masalah kecil.
  • Cenderung menyalah artikan tindakan orang lain sebagai sikap permusuhannya.
  • Rasa curiga yang berulang-ulang tanpa dasar yang jelas.
  • Mempertahankan hak pribadinya bahkan dengan fisik yang sebenarnya tidak sesuai dengan keadaan yang semestinya.
  • Menganggap dirinya penting secara berlebihan.
  • Selalu waspada dan hati-hati yang berlebihan.
  • Menghindari hubungan interpersonal.

2. Skizoaffectif

Yaitu gangguan pada kelainan mental yang rancau dengan adanya gejala kombinasi antara gangguan skizofrenia dan afektif. Skizoafektif ini disebut juga dengan gangguan mood.

Penyebab dari gangguan ini antara lain dari faktor genetik, ketidak seimbangan cairan kimia di dalam otak (dopamine, norepinephrin, dan serotonin), karena faktor lingkungan, penyalah gunaan zat narkotika, dan kurang tidur.

Gejala yang timbul pada penderita ini adalah halusinasi, salah persepsi, perubahan pola fikir, insomnia, perubahan nafsu makan, kurang minat, konsentrasi terganggu, merasa bersalah, dan muncul ide-ide untuk bunuh diri.

Secara bersamaan muncul juga gejala skizofrenia seperti merasa fikirannya disiarkan, diganggu, ada kekuatan lain yang mengendalikan fikirannya, sedang dimata-matai, mendengar suara-suara yang menghina dirinya, mengutuk, bahkan merasa seperti ada yang sedang mendiskusikannya.

3. Psikotik Akut

Yaitu gangguan mental yang ditandai dengan merasa tidak mampu menerima kenyataan atas yang terjadi pada dirinya karena memiliki perilaku aneh, tidak wajar, dan halusinasi.

4. Schizophreniform Disorder

Yaitu penyakit mental yang disebut psikosis, penderita tidak bisa membedakan antara nyata dan khayalan.

5. Delusi

Yaitu salah sangka, salah persepsi, atau keyakinan yang dipegang kuat namun tidak akurat. Dan masih terus diyakini meskipun tidak ada bukti yang realistis.

Tinggalkan komentar